umtegal.ac.id – Tegal Muhammadiyah University (TMU) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang inovatif dan solutif melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam program unggulan bertajuk “Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Komoditas Lokal: Sinergi Kelompok Tani dan Kader Posyandu dalam Upaya Penanggulangan Stunting.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, sebagai bagian dari Program Kosabangsa yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun anggaran 2025, dengan dukungan pendanaan lebih dari Rp200 juta.
Program ini dipimpin oleh Ikrima Khaerun N, M.Pharm.Sci dari TMU, dengan Prof. Dr. Ari Yuniastuti, M.Kes dari UNNES sebagai ketua tim pendamping. Melibatkan kelompok tani dan kader posyandu sebagai mitra utama, kegiatan ini bertujuan membangun kemandirian pangan masyarakat desa melalui pemanfaatan komoditas lokal untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Inovasi Pangan Lokal
Melalui pendekatan berbasis riset, masyarakat Desa Mendala diberikan pelatihan dan pendampingan intensif dalam mengolah serta memanfaatkan potensi pangan lokal. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi:
- Pengolahan umbi gembili menjadi inulin dan tepung bergizi tinggi;
- Pembuatan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil;
- Produksi bawang hitam sebagai prebiotik alami;
- Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA);
- Pengembangan strategi pengemasan dan pemasaran produk lokal.
Pelatihan tersebut disambut dengan antusias oleh kader posyandu dan kelompok tani setempat. Mereka aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, mulai dari edukasi gizi, praktik pengolahan pangan fungsional, hingga perencanaan pemasaran produk. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan warga dalam pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi sederhana.
Lebih dari Sekadar Penanggulangan Stunting
Program kolaborasi TMU–UNNES ini tidak hanya berfokus pada penurunan angka stunting, tetapi juga menjadi upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga di tingkat desa. Melalui sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, terbentuk model pemberdayaan berbasis riset yang dapat direplikasi di wilayah lain.
“Melalui pemanfaatan komoditas lokal seperti gembili dan bawang hitam, kami ingin menumbuhkan kemandirian pangan masyarakat. Diharapkan hal ini tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga di pedesaan,” ujar Ikrima Khaerun N, M.Pharm.Sci, selaku ketua tim pelaksana dari TMU.
Mahasiswa TMU Turut Berperan Aktif
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa TMU di bawah koordinasi Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M). Para mahasiswa berperan aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pendampingan lapangan, dokumentasi, hingga proses evaluasi.
Partisipasi mahasiswa menjadi bentuk nyata implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di TMU, di mana proses pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Komitmen TMU dalam Pemberdayaan Masyarakat
Program ini menegaskan peran TMU sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, TMU bersama UNNES menunjukkan bahwa solusi terhadap persoalan stunting dapat dimulai dari desa, dari tanah sendiri, dan dari tangan-tangan warga yang diberdayakan.





