umtegal.ac.id – Tim dosen Tegal Muhammadiyah University (TMU) menggelar pelatihan bertajuk “Kreativitas Digital: Desain Produk dan Branding untuk Generasi Muda” pada Sabtu (1/11), yang diikuti oleh siswa-siswi SMA NU Kota Tegal.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian akademisi TMU terhadap pentingnya literasi dan kreativitas digital bagi pelajar di era transformasi teknologi yang kian pesat.
Pelatihan ini diketuai oleh Reza Dwi Cahya Kurniawan, M.Kom, Kaprodi S1 Informatika TMU, dengan anggota tim dosen Doni Setiawan, M.Pd, Nurkholis, M.Kom, dan Faisal Suhartoyo, M.S.I.
Tim dosen TMU berkolaborasi dalam memberikan pengalaman langsung kepada para peserta untuk mengenal dasar-dasar pembuatan produk digital, desain kreatif, serta strategi branding dan pemasaran modern.
Pelatihan difokuskan pada dua aspek utama, yakni pelatihan dasar desain produk digital menggunakan aplikasi Canva, dan pengenalan strategi branding digital. Melalui Canva, siswa diajak untuk menciptakan desain produk menarik, mulai dari kemasan, logo, hingga materi promosi.
Sementara pada sesi branding, peserta diperkenalkan pada konsep membangun citra merek yang kuat dan berkarakter, sekaligus diberikan wawasan praktis tentang strategi pemasaran digital di berbagai platform populer seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
Menariknya, kegiatan ini turut menghadirkan sesi kolaboratif berupa pengenalan dasar mesin mikro kontroler, komponen penting dalam pengembangan perangkat berbasis teknologi. Peserta diajak mengenal penerapannya pada alat otomatisasi rumah, sensor, hingga perangkat digital kreatif lainnya.
Ketua tim pelaksana, Reza Dwi Cahya Kurniawan, M.Kom, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar pelajar memahami potensi ekonomi dan kreatif dari teknologi digital.
“Kami ingin menumbuhkan semangat inovasi dan kemandirian digital di kalangan pelajar. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya dan produk bernilai jual di dunia digital,” jelasnya.
Sementara itu, Doni Setiawan, M.Pd, menambahkan bahwa pelatihan ini juga menjadi upaya TMU memperkenalkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kreatif, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Generasi muda harus kita dorong untuk tidak takut mencoba hal baru. Dunia digital memberi peluang besar bagi mereka untuk berinovasi, dan pelatihan ini menjadi langkah awal untuk mengasah potensi tersebut,” ujarnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka tidak hanya belajar membuat desain produk, tetapi juga mempresentasikan ide-ide kreatif di hadapan para dosen pembimbing. Beberapa hasil karya desain bahkan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk nyata yang siap dipasarkan secara digital.
Melalui kegiatan ini, TMU menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi digital generasi muda serta memperluas kontribusi kampus dalam bidang pengabdian kepada masyarakat (PkM).
Kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah menengah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja masa depan.





