umtegal.ac.id – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas hingga ke pelosok desa. Ajakan itu disampaikan saat ia menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Hari Ber-Muhammadiyah sekaligus Milad ke-2 Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU), di Kampus TMU, Balapulang, Minggu (12/7/2026).
Dalam sambutannya, Ischak menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak melulu diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga ditentukan oleh kualitas manusia yang menggerakkannya. Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk melahirkan inovasi sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus terus diperkuat agar mampu melahirkan inovasi, memperluas akses pendidikan, serta mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Ischak.
Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut, lanjutnya, terlihat dari Program Satu Desa Satu Sarjana (SaDeSa) — program unggulan Pemerintah Kabupaten Tegal yang memberi kesempatan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui program ini, pemerintah daerah berkomitmen memastikan keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda Kabupaten Tegal untuk meraih pendidikan tinggi.
Ischak turut mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Tegal yang menjadi salah satu perguruan tinggi mitra pelaksana Program SaDeSa. Menurutnya, keterlibatan TMU mencerminkan komitmen dunia pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi ini dapat melahirkan lebih banyak sarjana asal desa yang kelak kembali mengabdi di kampung halaman masing-masing, menjadi penggerak pembangunan, dan menghadirkan inovasi di berbagai sektor.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Tegal, Prof. Jebul Suroso, menyebut Program SaDeSa sebagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat karena membuka akses pendidikan tinggi bagi lebih banyak anak daerah. Ia berharap program ini tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tegal, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Prof. Jebul menegaskan bahwa TMU siap mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Tegal melalui penguatan tiga pilar utama: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tak hanya berfokus pada dunia pendidikan, TMU juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan pegunungan sebagai penunjang sektor pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Tegal. Lokasinya yang berada di jalur objek wisata Guci dinilai berpotensi menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi transit sekaligus rest area bagi para wisatawan.
Untuk mendukung rencana tersebut, mulai Agustus mendatang TMU akan menggelar kegiatan “Minggu Pagi” yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan kawasan kampus sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.




