umtegal.ac.id – Tegal Muhammadiyah University (TMU) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan nilai-nilai spiritual di dunia kerja modern. Melalui kegiatan pendampingan bertema “Penerapan Work-Life Balance Islami bagi Tenaga Kerja Muslim di Industri Kreatif”, para dosen TMU berupaya membantu pekerja Muslim menciptakan keseimbangan antara profesionalisme dan kehidupan pribadi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini berlangsung di Ashafana Guci, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (4/10/2025). Tim pelaksana dipimpin oleh Ketua Program Studi S1 Manajemen TMU, Panca Dina Ayu Mulyani, M.M., bersama dua dosen lainnya, Nurokhman, M.S.I. dan Gilang Fajar Al-Fatih, M.Kom., serta tiga mahasiswa manajemen yang turut berkontribusi aktif dalam kegiatan tersebut.
Pendampingan ini menyasar para karyawan PT Perkasa, perusahaan outsourcing yang bergerak di bidang jasa kebersihan dan keamanan. Para pekerja Muslim yang menjadi peserta diharapkan mampu menyeimbangkan tuntutan kerja dengan kebutuhan spiritual, terutama dalam ritme industri yang cepat dan penuh tekanan.
Dalam sambutannya, Panca Dina Ayu Mulyani menekankan bahwa konsep work-life balance harus dimaknai secara menyeluruh. “Keseimbangan hidup tidak hanya diukur dari waktu luang, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas diri — termasuk spiritualitas, etika kerja, dan kesehatan mental,” tuturnya.
Nilai Islam sebagai Fondasi Keseimbangan
Kegiatan ini mengusung pendekatan berbasis nilai Islam yang diterapkan melalui empat pilar utama, yakni:
- Bimbingan spiritual, guna menumbuhkan kesadaran beribadah di tengah rutinitas kerja.
- Pelatihan manajemen waktu, agar pekerja mampu menata jadwal kerja seimbang dengan kewajiban ibadah.
- Internalisasi nilai-nilai syariah, untuk memperkuat etos kerja dan pengambilan keputusan yang berintegritas.
- Penyediaan ruang ibadah dan refleksi, sebagai dukungan terhadap lingkungan kerja yang Islami dan humanis.
Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan spiritualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas. Pekerja yang mampu menata waktu dengan baik cenderung lebih fokus, memiliki energi positif, dan terhindar dari kelelahan mental.

Antusiasme dan Dampak Nyata
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai, pendampingan yang menggabungkan aspek spiritual dan profesional ini memberikan sudut pandang baru terhadap cara bekerja. Banyak di antara mereka yang berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia Muslim.
Melalui kegiatan ini, TMU mempertegas perannya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan integritas spiritual. Upaya ini menjadi wujud nyata komitmen TMU dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang produktif, seimbang, dan bernilai Islami — sebuah langkah menuju pembangunan SDM unggul dan berkeadaban.





